PELUANG INVESTASI PEMBANGUNAN HOTEL DI KOTA KAJEN

Kajen –  Rencana pendirian hotel di kota Kajen Kabupaten Pekalongan memang sangat diperlukan sekali mengingat perkembangan kemajuan kota Kajen dituntut adanya penyediaan fasilitas, sarana, prasarana pendukung kegiatan ekonomi, perdagangan, industri, pariwisata dll.

 

Dengan jumlah penduduk sebanyak 967.246 jiwa dan luas wilayah secara keseluruhan mencapai 836,13 km², sampai saat ini belum tersedia hotel / penginapan di kota Kajen, hal ini menjadi peluang khusus yang mendukung perlunya pembangunan hotel.

 

Berdasaran hasil kajian pembangunan hotel di kota Kajen telah sesuai dengan peruntukan wilayah sehingga tidak bertentangan dengan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) kota Kajen. Luas lahan yang disediakan Pemerintah Daerah seluas ± 6.790 m² dan jika memang diperlukan perluasan lahan disekitar tanah tersebut terdapat tanah milik perorangan dari Desa Kebonagung seluas 3.555 m² dan dari Desa Kajen seluas 10.000 m². Fasilitas utilitas yang tersedia untuk mendukung pendirian hotel antara lain jaringan listrik, telepon, air PDAM dan jaringan infrastruktur lainnya.

 

Diharapkan nantinya  dengan pembangunan hotel yang disertai dengan pembangunan fasilitas lainnya akan mampu mendorong kegiatan ekonomi masyarakat sekitar serta bias meningkatkan perkembangan usaha di Kabupaten Pekalongan pada umumnya. Pengguna jasa hotel ini tidak hanya para tamu / pengusaha dari luar kota yang beraktifitas di Kota Kajen untuk beristirahat menginap di hotel, tetapi juga bagi masyarakat Kota Kajen dan sekitarnya dapat memanfaatkan hotel ini untuk kepentingan resepsi atau kegiatan pertemuan-pertemuan, rapat-rapat dan lain-lain.

 

KONDISI EKSISTING

Letak hotel berada di pinggir jalan raya Pekalongan–Kajen–Banjarnegara, yang berjarak sekitar 1 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan. Potensi kota Kajen adalah sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan dimana sebagian besar sarana prasarana perkantoran tingkat Kabupaten berada di kota Kajen demikian juga pusat kegiatan ekonomi dan peredaran uang juga terpusat disini.

 

Disamping itu pada ruas jalan Wiradesa-Kajen akan dihubungkan dengan JALAN TOL PEJAGAN – BATANG  dengan interchange di Bojong yang berjarak ± 5 km dari kota Kajen, hal ini akan mempermudah akses orang dari Jakarta ke Semarang untuk singgah di Kajen. Sampai saat ini belum ada hotel / penginapan yang berlokasi di kota Kajen, sedangkan jumlah hotel / penginapan di Kabupaten Pekalongan baru ada 3 buah semuanya berada di luar kota Kajen. Selain itu di wilayah sekitar Pekalongan tepatnya berjarak sekitar  30 km dari Kota Kajen terdapat wisata belanja Pasar Grosir Setono yang terletak di Kota Pekalongan  juga ada Pantai Widuri di Kabupaten Pekalongan.

 

Berdasarkan penelitian dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) tahun 2005 Kabupaten Pekalongan termasuk daerah yang kondusif untuk investasi. Potensi-potensi unggulan di Kabupaten Pekalongan sebagai paket wisata yang mendukung bidang pariwisata dan perhotelan adalah paket “Dewo Balitung” (Pantai Depok, pantai Wonokerto Kampung Batik, Linggoasri dan Petungkriono). Obyek Wisata Linngoasri terletak sekitar 12 km kearah selatan dari Kota Kajen, kemudian kearah Utara ada Obyek wisata Pantai Depok dan Wonokerto dan juga wisata belanja di Kampung Batik di desa Kemplong yang berjarak ± 15 km dari kota Kajen.

 

Pemasaran hotel selain untuk penduduk lokal juga utamanya adalah untuk para pelaku usaha yang akan membeli tekstil dan produk tekstil dari Pekalongan, selain itu juga untuk kegiatan seminar, rapat, workshop, lokakarya ataupun acara pernikahan dan pertemuan umum lainnya.      

 

ANALISIS KEUANGAN

Taksiran biaya untuk investasi  Rp.20.462.450.000,-   dengan NPV Rp. 2.242.436.401,-Profitability Index  1,109587874,  IRR 19 % dan Payback Period tahun 9,05.   

                      

INSENTIF DARI PEMERINTAH

1.  Bappeda & PM Kabupaten Pekalongan telah membuat Kajian tentang rencana pendirian hotel dengan kesimpulan bahwa pembangunan hotel tidak melanggar RUTRK Kota Kajen.

2.  Tanah untuk pembangunan hotel disediakan oleh Pemkab. Pekalongan.

3.  Kemudahan perijinan bagi investor yang tertarik untuk pembangunan hotel ini.

4.  Model kerjasama antara investor dengan Pemkab. Pekalongan akan ditentukan sesuai dengan kesepakatan yang tercantum dalam MoU.

 

Tentang City Branding Kota Pekalongan

Branding is one of the most powerful ways of promoting product” (Willy Ollins, 1989). Dengan mengacu pada kalimat wally ollins ini, bagaikan suatu produk, branding mempunyai kekuatan untuk mempromosikan suatu kota. Dengan adanya globalisasi maka semakin berkembanglah suatu kota. Setiap tempat akhirnya harus “bersaing” dengan kota lain untuk mendapatkan dan mengumpulkan atensi. Tidak berbeda

jauh dengan sesuatu produk atau perusahaan, suatu kota juga ingin menarik masyarakat untuk dapat hidup, berkembang, berinvestasi dan berkarya. Dan seiring waktu berjalan dengan baik dan berhasil membuktikan bahwa kota tersebut layak untuk dihuni. Selain itu, tidak hanya “Menarik” masyarakat saja, tetapi “menarik” orang-orang dengan reputasi dan talenta terbaik untuk tinggal di kota tersebut, sehingga bisa terbayangkan bagaimana majunya kota tersebut!

Kota Pekalongan menyadari potensi yang ada di kota ini, sehingga wacana untuk membranding kota ini pun mencuat dan hingga puncaknya pada tanggal 1 April 2011 kemarin dalam rangka rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Pekalongan yang ke-105 di launchingkan pula branding Kota Pekalongan dengan tagline Pekalongan world’s city of Batik, Pekalongan Kota Batik Dunia. Memang sudah sepantasnya Kota Pekalongan mempunyai julukan atau image yang melekat pada dirinya. Seiring globalisasi, suatu kota tidak lagi terisolasi ataupun terpencil dari dunia. Terutama pada kota-kota besar, akan tapak semakin “seragam” antara yang satu dengan yang lainnya. Maka ada beberapa hal yang membuat suatu kota seperti Pekalongan itu memiliki “sebutan image, citra, atau branding” yang ditampilkan darinya. Sejarah kota Pekalongan termasuk juga peninggalan-peninggalan sejarah, bangunan bangunan dan gedung gedung ciri khas kota, keunikan kota, kegiatan-kegiatan budaya, sosial dan seni dari kota Pekalongan, dan juga penduduk dan cara berpikir masyarakat yang menempati kota ini.

Sebutan sebuah kota : whats in a name? hampir semua kota-kota di dunia memiliki sebutan yang melekat pada diri mereka masing-masing seperti Jakarta “Enjoy Jakarta”, Bandung “Parijs Van Java”, New York “Big Apple”, Las Vegas “Sin City”, Solo “Spirit of Java” dan Bali “Shanti-Shanti-Shanti”. Apakah sebutan-sebutan ini mengekspresikan karakter, style atau kepribadian kota tersebut? Apakah ada pesan khusus yang disampaikan melalui sebutan-sebutan kota ini? Apakah sebutan-sebutan ini berbeda antara satu dengan yang lain? Apakah seseorang menjadi termotivasi, terispirasi untuk tinggal di kota tersebut atau untuk belajar di kota tersebut?

Pekalongan adalah Kota Batik, kemasyuran kota Pekalongan sebagai pusat batik tidak diragukan lagi, kepopuleran batik Pekalongan bahkan sudah mendunia. Slogan kata BATIK dipakai sebagai sesanti kota Pekalongan. Kota BATIK dimaknai sebagai kota yang Bersih, Aman, Tertib, Indah dan Komunikatif. Pesatnya industri Batik disini, hingga menjadikan Kota Pekalongan sebagai Kota Batik Dunia. Hal ini yang menginspirasi city branding kota Pekalongan : Pekalongan World’s City of Batik.

Keuntungan dari city branding yang baik, ialah masyarakat akan dengan cepat ingat akan kota tersebut. Misalnya, sebut saja Kota Pekalongan, maka yang langsung terlintas adalah Kota Batik. Namun, perlu adanya kerjasama yang baik dalam satu kesatuan desain. Bidang-bidang seperti tata kota, jalanan, seni, budaya, pariwisata, promosi, marketing, media yang menyiarkan, perawatan kota, pendidikan, dan sebagainya harus bahu membahu menciptakan kota yang diinginkan oleh masyarakatnya. Unsur-unsur desain komunikasi visual, sebutan, slogan, icon-icon, gedung, jalanan dan tempat tertentu adalah yang membuat suatu kota diingat, namun lebih dari itu juga, “Jiwa” dari para penduduknya yang terus akan membawa kota tersebut mempunyai tempat di dunia. Kesatuan desain yang baik akan mendukung keberhasilan city branding kota Pekalongan.

City branding bukan semata-mata hanya diciptakan saja. Namun sudah menjadi kewajiban dari administrasi kota para pekerja, pelajar, sampai ibu-ibu rumah tangga untuk menciptakan kota dengan suasana yang sama-sama diinginkan. Semangat kebersamaan harus terus ditingkatkan. Kesadaran untuk membuat kota yang Bersih, Nyaman, Tertib dan Indah yang diinginkan bersama harus terlaksana. Dengan mengacu dari pengertian sebuah organisasi, suatu kota harus mempunyai arah tujuan yang jelas, yang pada akhirnya juga ditujukan supaya pada penduduk kota Pekalongan mempunyai rasa memiliki dan kesadaran yang kuat akan kotanya.

Sementara itu “Pekalongan World’s City of Batik” sebagai suatu city branding harus mampu menggabungkan berbagai macam disiplin dan teknik-teknik aplikasi, selain juga dengan diarahkan oleh pemimpin yang baik. Kerjasama harus dilakukan antara pihak-pihak birokrasi kota, perusahaan dan masyarakat, untuk menciptakan solusi-solusi kreatif, metode-metode hubungan nasional dan internasional, diplomasi dan pengambilan keputusan. Dengan semua bidangintegrated : Birokrasi kota, hukum, promosi, marketing, media, inftastructure, dan maintenance mesti dilaksanakan, akan membuat kota ini berkembang sesuai dengan kekuatannya, jika semua bidang tersebut jalan untuk menuju tujuan identitas masa depan kota Pekalongan yang diinginkan.

Strategi branding yang berhasil, akan terlihat pada implementasinya pada kota Pekalongan yaitu ketika masyarakat kota mulai memperlihatkan dan menampilkan citra dan sikap positif. Brand kota Pekalongan tersebut baru akan hidup dan berkembang terus jika penduduknya memahami dan menghayati sifat-sifat dan karakter dari kota Pekalongan itu sendiri. Me-manage city branding yang baik, sangat diperlukan dan dilakukan oleh semua pihak. Tempat, gedung-gedung, sejarah, seni kota Pekalongan tidak akan “hidup” bila tidak “dihidupkan” oleh masyarakat dan supaya nantinya juga dinikmati oleh masyarakat dan wisatawan pula! (Penulis adalah Ketua Dewan Kesenian Kota Pekalongan. Artikel ini pernah dimuat dalam Harian Radar Pekalongan)

potensi wisata kab. pekalongan


Obyek wisata yang ada di Kabupaten Pekalongan adalah :
1. LINGGOASRI
Wisata alam dengan variasi obyek didalamnya seperti kolam renang, kebun binatang, hutan wisata terletak di sebelah selatan Kecamatan Kajen pada ketinggian 700 m dpl. Udara yang sejuk dan panorama yang alami menjadi ciri khas Obyek ini serta kondisi masyarakat yang masih pedesaan menjadi faktor yang menarik untuk dinikmati. Disamping itu, letak yang cukup menguntungkan di tepi jalan Propinsi antara Kabupaten Pekalongan dan Banjarnegara sangat memudahkan bagi wisatawan untuk berkunjung.

2. PANTAI DEPOK
Obyek Wisata Pantai Depok yang indah, serta dikelilingi sederetan pohon nyiur yang tumbuh disekitar kawasan menjadi daya pemikat yang utama. Selain itu suasana yang nyaman menjadi pilihan untuk bersantai bersama keluarga. Lokasi yang terletak di desa Depok Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan menyimpan banyak potensi yang layak dikunjungi.

3.WATU IRENG, LAMBUR-KANDANGSERANG
Sebuah fenomena yang sangat menarik apabila menyaksikan salah satu kekayaan alam di Kabupaten Pekalongan ini. Obyek Wisata yang berupa batu besar dan berwarna hitam dan dikenal sebagai watu ireng ini, terletak di Desa Lambur Kecamatan Kandangserang 17 km ke arah selatan dari Kajen. Batu ini diperkirakan bagian dalamnya berongga. Namun hal tersebut masih menjadi misteri yang justru membuat masyarakat penasaran untuk mengetahui kebenarannya.

4. PANTAI WONOKERTO
Terletak di Kecamatan Wonokerto dan dikenal sebagai tempat pelelangan ikan. Selain itu, Pantai Wonokerto banyak dikunjungi masyarakat saat adanya upacara Nyadran (Sedekah Laut) sebagai wujud ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

5. WISATA ALAM LOLONG
Wisata Alam Lolong terletak kurang lebih 6 Km dari kota Kecamatan Karanganyar. Potensi wiasata ini juga didukung dengan adanya buah durian yang sudah cukup terkenal pada setiap musimnya.

6. WISATA ALAM ROGOSELO
Wisata Alam Rogoselo terletak kurang lebih 14 km dari ibu kota Kecamatan Doro tepatnya di Desa Rogoselo. Wisata berupa petilasan/cagar alam Arca Baron Sekeber dan Makam Ki Gede Atas Angin.

7. CURUG MUNCAR
Dikenal sebagai daerah yang sangat eksotis dengan keindahan air terjun dan pemandangan alamnya. Air terjun Curug Muncar ini banyak sekali dikunjungi oleh para wisatawan dan para pecinta alam.

8. BUMI PERKEMAHAN
Dengan luas 4 hektar, Camping Ground yang berada di Dusun Dranan Desa Yosorejo disediakan bagi para pecinta alam, pelajar maupun para wisatawan yang dilengkapi dengan MCK, Pendopo, Pos Jaga dan tempat bermain.

9. Kawasan Ekowisata PETUNGKRIYONO
Petungkriyono merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Berlokasi di lereng Gunung Ragajambangan pada ketinggian 900-1600 meter DPL, daerah Petungkriyono merupakan suatu kawasan pegunungan yang sejuk dengan keragaman kemolekan dan keindahan alam sangat mempesona yang cocok untik tempat wisata. Dari kota Kajen ( Ibukota Kabupaten Pekalongan) dan Kota Pekalongan, Petungkriyono berada di sebelah selatan dengan jarak 30 km yang dapat dicapai dengan kendaraan umum (bus dan colt) lewat Doro. Lokasi Petungkriyono ini berada tidak jauh pula dari obyek wisata Dataran Tinggi Dieng hanya berjarak sekitar 40 km yang dapat dicapai dari kota Wonosobo dan Banjarnegara lewat jalur Sibebek-Gumelem atau Kalibening-Simego.

10. Wisata Keluarga
Kolam Pemancingan dan Rumah Makan Tirta Alam di Karang Gondang Karanganyar. Dengan penampilan yang elegan membuat Tirta Alam banyak dikenal dan dikunjungi. Kolam Renang, Kolam Pemancingan dan Lesehan Kulu Asri . Desa Kulu- Karanganyar, Nuansa alami tercipta karena bangunan terbuat dari bambu menambah kenyamanan berwisata keluarga. Kolam Renang dan Rumah Makan Lesehan Prima Graha Wisata di Karanganyar. Fasilitas yang lengkap dengan harga yang terjangkau menjadikan Prima Graha Wisata padat dikunjungi di akhir pekan.